HARGA DARI SEBUAH PELAYANAN

Berbicara tentang harga dari sebuah pelayanan adalah berbicara tentang maksud dan tujuan pelayanan. Maksud artinya orang mengerti apa itu pelayanan, mengapa perlu melayani, siapa yang kita layani, dan bagaimana melayani. Sedangkan tujuan artinya ada sasaran yang perlu dicapai dalam pelayanan itu.

Apa itu Pelayanan?

Berdasarkan firman Tuhan “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:17, 23), maka dapat disimpulkan bahwa segala yang kita lakukan dalam seluruh aspek kehidupan yang kita lakukan dengan segenap hati dan seperti untuk Tuhan adalah pelayanan. Inilah arti luas pelayanan.

Kita menemukan kata leitourgos yang penggunaanya lebih banyak memiliki konotasi agama, dalam pengertian yang khusus, di dalam PB. Lukas menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pelayanan Paulus dan Barnabas di gereja Antiokia (Kis. 13:2), juga dalam pelayanan orang Kristen di Makedonia dan Akaia (Rm. 15:27) dan pelayanan orang Filipi melalui Epaphroditus (Flp. 2:30). Karena itu leitourgos menunjuk pada pelayanan dalam gereja.

Mengapa Melayani dan Siapa yang Dilayani?

“Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” (2 Kor. 5:14-15)

Kita melayani Tuhan karena kita memang harus melayani. Tuhan telah memilih kita dari kekekalan untuk ditebus dari hukum dosa dan hukum maut melalui kematian Kristus. Kita telah dibayar lunas untuk semua dosa-dosa kita (1 Kor 6:20), karena itu kita tidak lagi berhak atas diri kita tetapi Allah. Allah mengehendaki supaya kita hidup untuk Dia dan melakukan segala yang dikehendaki-Nya.

Allah berbicara kepada nabi Yesaya (Yes. 49:6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”  Artinya adalah bahwa kehendak Allah agar keselamatan sampai keujung-ujung bumi dan sesuai dengan amanat agung Yesus Kristus untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid (Matius 28:19-20), maka Allah memilih kita untuk melayani Dia dengan melakukan kehendak dan perintahnya.

Karena itu jangan berpikir bahwa kita melayani untuk gereja, atau melayani untuk menyenangkan hati pendeta. Pikiran seperti ini adalah pikiran yang picik, yang tidak mengerti panggilaannya dalam melayani.

Siapa dan Bagaimana Melayani?

Sering kali kita menganggap bahwa pelayanan itu hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang secara organisasi telah diangkat atau memiliki jabatan gerajawi seperti pendeta, pengerja atau penginjil. Semua pelayanan dibabankan kepada segelintir orang itu sehingga pelayanan yang diharapkan oleh Tuhan tidak maksimal terlaksana.

Efesus 4:11-12 berkata:”Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”  Dari firman Tuhan ini setidaknya kita dapat membagi dua kelompok atau sebutlah level pelayan menurut fungsinya yaitu: yang memperlengkapi (Sebutlah pengerja; nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala, pengajar-pengajar) dan yang diperlengkapi (orang-orang kudus – jemaat – ekklesia). Pengerja bertugas untuk memperlengkapi orang-orang kudus dan orang-orang kudus bertugas untuk pekerjaan pelayanan.

Dapat dianalogikan dengan sebuah team sepakbola. Dalam sebuah team ada Manager, Pelatih dan Pemain. Manager berfungsi untuk mengatur managemen, sarana dan pra-sarana (sponsorship, dll) dan Pelatih bertugas untuk melatih, mempersiapkan pemain untuk siap bertanding dan meraih kemenangan. Pemain harus berlatih keras, bertanding dan meraih kemenangan. Karena itu ujung tombak untuk meraih kemenangan adalah pemain. Demikianlah orang-orang kudus dipersiapkan untuk masuk dalam arena pelayanan untuk mencapai kemenangan yaitu memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Sebelum melayani, maka sesuai firman Tuhan, orang-orang kudus harus dipersiapkan/diperlengkapi terlebih dahulu. Mereka perlu dibekali dengan firman Tuhan, diberi pengertian/pemahaman tentang hakekat pelayanan dan dilatih untuk melakukan pelayanan. Untuk lebih memaksimalkan pelayanan maka perlu ditambah ketrampilan khusus yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Ada banyak kebutuhan pelayanan dalam di gereja juga untuk kebutuhan yang diluar gereja dalam rangka menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Sebagai wujud tanggung jawab Allah ketika Ia mempercayakan pelayanan, Allah memberikan berbagai macam karunia (1 Kor. 12:10-11) yang bertujuan untuk membangun tubuh Kristus (1 Kor 12:4-7). Disini sangat jelas dikatakan bahwa Allah-lah yang melakukan semua itu dalam diri orang-orang kudus. Artinya bahwa apapun yang kita dapat lakukan dan karunia apapun yang kita miliki semua itu adalah pekerjaan Allah di dalam diri kita. Karena itu kita tidak boleh berbangga diri karena seolah-olah itu karena kehebatan kita, tapi berbangga dirilah karena Allah mau mempercayakan pelayanan itu kepada kita. Jadi sesungguhnya pelayanan adalah kehormatan. Kepada jemaat di Korintus rasul Paulus mengatakan: ”Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (2 Kor. 3:5).

Tujuan Melayani.

Tuhan Yesus telah mempertaruhkan kemulian-Nya dengan menjadi manusia yang hina dan membawa diri_Nya sendiri sebagai korban penebusan salah kepada Allah agar manusia diselamatkan. Ia sangat mengasihi manusia yang diciptakan itu supaya tidak seorang pun yang terhilang. Karena itu ketika Dia telah menyelesaikan tugas penebusan itu, Ia memerintahkan murid-murid-Nya agar memberitakan Injil, membabtis, mengajar dan menjadikan semua bangsa menjadi murid. Inilah tujuan hakiki dari sebuah pelayanan yaitu memenangkan jiwa bagi Kristus. Inilah yang menyenangkan hati Tuhan.

Rasul Paulus sangat merindukan jiwa-jiwa dimenangkan sehingga ia mau menjadikan dirinya hamba supaya dengan demikian ia boleh memenangkan jiwa sebanyak mungkin (1 Kor. 9:19).

Di dalam komunitas gereja pun tujuan ini tidak berubah. Orang-orang yang sudah di dalam gereja perlu dibimbing, diteguhkan, didewasakan supaya mereka siap menghadapi segala tantangan hidup dan tetap setia untuk menantikan hari kedatangan Tuhan yang kedua kali.

Tuhan Memberkati.

3 tanggapan untuk “HARGA DARI SEBUAH PELAYANAN

  1. hutabalian72

    Benar, siapa kita kalau bukan karena Dia.

  2. Ramos Simanjuntak

    Pak bagus tulisannya pak sangat menyentuh utuk lebih bersungguh dalam pelayanan.

Tinggalkan Balasan