TUHAN ADALAH GEMBALA-KU (Bagian Ketiga)

Meskipun kita dalam gembalaan Tuhan, tidak berarti bahwa semuanya akan mulus-mulus saja perjalanan hidup kita. Ada kalanya kita mengalami pencobaan karena disebabkan banyak faktor. Kita hidup bersama-sama dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, orang-orang yang hatinya penuh kejahatan; pencuri, perampok, pemfitnah, orang yang iri hati, dll, namun demikian Tuhan akan selalu menolong kita. Karena itu Daud mengatakan ”sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Maz,23:4).

Untuk mendapat pengertian dari ayat 4 ini, kita perlu melihat sejarah dimana bangsa Israel dikenal sebagai peternak khususnya kambing-domba, lembu-sapi (Band: Kej. 46:32-34; Kej. 47:3). Mereka lebih dikenal sebagai peternak daripada petani oleh bangsa-bangsa lain.  Karena banyaknya ternak-ternak yang mereka miliki, maka rerumputan yang ada di dekat pemukiman akan cepat habis, karena itu para gembala harus membawa ternak mereka semakin jauh ke arah hutan untuk memastikan ternak-ternaknya mendapatkan rerumputan yang segar dan cukup. Tidak heran bila para gembala-gembala Israel sering tidak pulang dan bermalam di tempat penggembalaan. Kebiasaan ini masih berlaku hingga saat kelahiran Yesus, malaikat Tuhan menjumpai para gembala di padang penggembalaan pada malam hari (Luk. 2:8).

Ketika para gembala dan kawanan dombanya semakin dekat ke hutan, maka disana banyak ancaman yang akan dihadapi. Singa, Serigala dan binatang buas lainnya dari hutan akan mengincar ternak-ternak mereka. Karena itu para gembala selalu siap dengan gada dan tongkat. Gada adalah sejenis alat pemukul yang ujungnya besar. Di berbagai belahan dunia, gada ini memiliki macam-macam bentuk dan terbuat dari kayu atau besi. Seorang gembala pemilik akan berusaha menjaga domba-domba dari segala macam ancaman. Itu pula yang dilakukan oleh Daud ketika dia masih sebagai gembala domba (1 Sam.17:35-36). Sedangkan tongkat akan sangat dibutuhkan untuk mengait/menarik apabila ada domba yang tergelincir, masuk ke jurang atau terperangkap dalam semak. Baik gada dan tongkat juga berfungsi untuk menghalau domba-domba agar tidak keluar dari kawanannya. Bagi Daud, tindakan Allah sangat jelas yaitu menjaga kawanan domba itu dengan gada dan tongkat (Kekuasaan) yang dia miliki. Patutlah domba-domba merasa nyaman (terhibur).

Dalam Yohanes 10:11 Tuhan Yesus berkata:”Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya.” Tuhan Yesus tentu tidak sedang membual, tapi Dia sedang menjadikan ”gembala” sebagai tipe yang menggambarkan pengorbanan yang akan Dia lakukan bagi umat-umat-Nya sebagai domba-domba-Nya.  Seorang Gembala yang bertanggung jawab atas kebutuhan domba-domba, dan lebih daripada itu bertanggungjawab menjaga umat-umat dari segala ancaman yang membahayakan keselamatan dari umat.

Lomser Hutabalian

2 tanggapan untuk “TUHAN ADALAH GEMBALA-KU (Bagian Ketiga)

Tinggalkan Balasan