Pergi-mu

Kata tak dapat di rangkai, pun tak dapat di urai, hanya isak tangis dan air mata. Dalam memori yg tersembunyi dari mata kyalayak, tawamu, candamu dan perdulimu menjadi pemicu isak pada harap yang takkan terjadi lagi. Tenanglah kau sekarang, meski tubuhmu dalam dekap gelap dan himpitan tanah, namun ku yakin pasti, rohmu dalam suka pada tempat-Nya.

Tinggalkan Balasan