GUE SUMPEHIN LO!

Pagi ini saya menguji kemampuan sejarah anak saya yang kelas 1 SMP. Ketika dia masih golek-golek sebelum mandi untuk berangkat ke sekolah saya sempatkan bertanya kepadanya sehubungan dengan tanggal bersejarah Indonesia.

“Tanggal berapa sekarang, nak?”

“Tanggal 28, pak”

“Hari peringatan apa sekarang”?

Dia diam sejenak, mencoba mengingat.

“Hari Sumpah Pemuda” jawabnya.

“Bagus. Nah, sebagai pemuda Indonesia harus cinta negeri, memikirkan apa yang baik dan jangan malas”

Mungkin dia pikir saya sekalian  menyindir dia, sebab sudah berapa kali mamanya menyuruh dia mandi tapi masih terus golek-golek di ruang tamu.

“Ah, lama sekali kakak ini di kamar mandi” gumamnya sebagai alasan, padahal masih ada satu kamar mandi lagi di belakang.

Di hari sumpah pemuda ini saya melihat ada bermacam-macam respon dari anggota Facebook terhadap hari peringatan ini yang mereka tuliskan di status mereka. Mulai dari hanya menuliskan “Sumpah Pemuda”, yang menuliskan “Selamat hari Sumpah Pemuda bagi para Pemuda/i yang memperingatinya” (he..he.. kaya’ ucapin selamat hari raya kepada yang berbeda keyakina aja), yang mempertanyakan kenapa tanggalan gak merah, sampai yang menuliskan kritik dan kekesalan terhadap pemerintah sekarang yang sudah mementingkan diri sendiri.

Ada satu “status” yang membuat saya tersenyum dan dengan yakin meng-klik “like” di status kawan ini. Statusnya seperti ini:

“Oi para pemuda! Gue sumpehin lo biar tetep nyatu! Satu nusa, satu bangse, n satu bahase”

He..he..gue demen neh sumpeh kaya gene.

Ayo, mari bersatu sing-singkan lengan, bergandengan tangan membangun negeri, tidak usah berantas kemiskinan cukup berantas korupsi dan penguasaan asing di tambang-tambang Indonesia otomatis kemiskinan akan sirna dari bumi Indonesia.
“Hai para pejabat, gue sumpehin lo gak pada korupsi lagi”

 LH, 28/10/11

POSITIF ATAU NEGATIF, ACIL MEMILIH ENDING NEGATIF

Liputan 6 SCTV bilang, Acil sudah ditangkap oleh polisi. Mengapa dia ditangkap polisi? Karena Ia menjadi tersangka pembunuhan pacarnya Yuyun seperti yang diakuinya kepada polisi. Hah? Pacarnya sendiri dibunuh? Gile juga..

Ya, begitulah. Alasan Acil membunuh  Yuyun  karena dia cemburu sang pacar kerap digoda laki-laki lain lewat statusnya di jejaring sosial facebook. Hm..begitu cemburunya, sampai nekad membunuh.  Ini cinta atau nafsu?

Kalau kita ikuti pemberitaan media selama ini, sudah banyaknya juga yang korban; baik pembunuhan maupun penipuan yang bermula dari facebook. Detik.com pernah mempublikasikan kasus tercatat di Komisi Nasional Perlindungan Anak sebanyak 36 laporan terkait kasus anak dan remaja yang menjadi korban kejahatan lewat situs jejaring Facebook hanya sepanjang Januari hingga Februari 2010. Itu baru yang dilaporkan ke komnas, belum lagi yang tidak dilaporkan dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Apakah kita perlu demonstrasi ke menkofindo untuk menutup jejaring sosial ini? Ayolah kalau itu yang paling baik, biar pak Tifaful tambah pusing..he..he..

Jejaring sosial ini adalah sebuah bukti dari kemajuan teknologi di bilang teknologi informatika. Sedangkan kemajuan teknologi itu ada karena upaya-upaya manusia yang terus menggali, mencoba/eksperimen dengan tujuan mempermudah setiap pekerjaan dan urusan manusia.

Kemajuan teknologi selalu memiliki dampak yang positif dan negatif, itu menurut saya. Sama halnya facebook.  Dampak positifnya seperti :  Dapat berinteraksi dengan teman atau keluarga dengan mudah, bertemu kembali teman lama dan mendapat teman baru, dapat menjadi sarana berdiskusi dengan banyak orang dan jarak yang tidak terbatas, menjadi sarana promosi usaha dan promosi diri barangkali..he..he.

Waktu saya di luar negeri (cie…) saya bisa berkomunikasi dengan keluarga tanpa mengeluarkan banyak biaya. Salah seorang teman saya berhasil menambah pundi-pundinya dengan menjual “kolor” bayi melalui facebook. Si Otong dan Si Iting (bukan nama sebenarnya) berkenalan di facebook dan menjadi suami-istri yang bahagia. Ada juga dua orang remaja yang “menjual ompongnya” dengan lipsing, yang di upload di youtube dan menyebar luas lewat facebook. Masih ingat Briptu Norman kan? Itu salah satunya.

Nah, kalau dampak negatifnya selain seperti saya sebutkan diatas, dampak lainnya adalah dapat mengganggu pekerjaan karena keasyikan di facebook akhirnya bisa membuat Si Kentung juragan Jengkol marah-marah karena laporan penjualan Jengkolnya gak kelar-kelar, bisa menjadi alat memperluas jaringan teroris yang di pimpin oleh mbah Janggut, bisa membuat Suami atau Istri “lupa” pada pasangannya karena asyik chatting dengan orang lain sampai larut, dan masih banyak lagi.

Akhirnya, menurut saya dampak baik atau buruknya adalah kembali ke pribadi-pribadi penggunanya. Bagi yang sudah dewasa tetaplah mawas diri, pikirkan dan lakukan apa yang baik dan berguna. Buat anak atau remaja, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi, mengarahkan dengan pendekatan disiplin dan secara personal kekeluargaan.

Kembali ke kasus Acil dan Yuyun. Acil  membunuh  Yuyun  karena dia cemburu sang pacar kerap digoda laki-laki lain lewat statusnya di jejaring sosial facebook. Tapi tahukan anda, bahwa Acul mengenal Yuyun juga lewat facebook?

LH, 26/10/11

BUKA SIANG

Huff..pagi ini terpaksa saya buka ruko agak siang. Selain karena ada urusan ke pusat kota Nagoya, juga karena diperjalanan saya “terperangkap” konvoi ratusan bahkan mungkin ribuan orang anggota FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia).

Mereka yang kebanyakan menggunakan motor, memenuhi jalan utama sehingga sulit bagi pengendara lain untuk lewat. Terpaksa saya harus membaur dengan mereka, membawa motor dengan kecepatan 30-40 km/jam.  Huff, kapan sampainya ini?

Untungnya hanya sekitar satu kilo meter saja saya terperangkap, karena dipersimpangan empat kabil, saya belok ke kiri sedangkan mereka lurus menuju Batam Centre.

Selama membaur dengan mereka, saya berniat mencari tahu kemana dan mau apa mereka mengadakan konvoi ini. Namun karena setiap orang termasuk saya harus sibuk menjaga jarak dengan kendaraan yang lain, maka saya urungkan niat saya mewawancarai mereka di tengah jalan.

Saya cuma sempat bertanya kepada seorang perempuan,

“Mau ke mana mba?”

“Kesana” hanya itu jawabnya sambil tersenyum. Ya, sudahlah pikirku.

Saya mencoba menduga-duga, bahwa mereka akan demo ke DPRD atau PEMKO, karena mereka menuju kesana. Ya, mungkin mereka mau menyampaikan aspirasi mereka terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sedang diributkan oleh para pengusaha dan Pemko, atau  mereka mau menuntut kenaikan upah,  atau mungkin mau memprotes kenaikan tarif air yang baru saja dilakukan oleh ATB sebagai perusahaan penyedia air bersih di Batam. Semua itu mungkin saja.

Yang jelas saya yakin tujuan mereka bukan mau  memprotes kematian Muammar Khadafi yang ditengarai melanggar HAM.

Hm..EMP, Emang mereka pikirin? Mikirin diri sendiri aja sudah pusing..he.he.

Biasanya kalau saya buka ruko pagi hari, warung Pak Gendut di depan roku masih tutup. Tetapi kali ini  pak Gendut sudah lebih dulu membuka warungnya. Dia sudah sibuk menata meja dan peralatan-peralatan dengan hanya memakai sarung. Wah, pak Gendut memang nekat. Menurut saya dia  cukup berani memamerkan perutnya yang ukuran kira-kira melebihi triple XL itu.

Pak Gendut memang  extra gendut. Karena itu mungkin nama warungnya disebut Warung Pak Gendut.  Sudah pasti bapak ini tidak boleh diet, karena kalau dia diet dan menjadi kurus, dia harus mengganti nama warungnya.

Baiklah. Selamat berjuang anggota FSPMI, selamat bekerja buat pak Gendut.

 

LH, 25/10/11

DAHLAN ISKAN DAN KEPONAKAN SAYA

Dahlan Iskan adalah orang yang baru saja di “pinang” oleh bapak SBY untuk menjadi pembantunya di kementrian BUMN dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, yang disebut oleh SBY sebagai  Kabinet Kerja. Mengapa disebut Kabinet Kerja?  Hm..tidak tahu juga, mungkin seperti banyak selentingan bilang karena Kabinet sebelum direshuffle ini memang tidak banyak kerja.

Sebelum menjadi menteri BUMN, Dahlan Iskan sedang memimpin PLN yaitu salah satu BUMN yang pertumbuhannya cukup bagus selama beberapa tahun terakhir. Di tangan Dahlan Iskan, PLN menunjukkan kinerja yang baik, salah satunya adalah pertumbuhan electrifikasi yang sudah mencapai 1200 MW hingga September 2011, padahal konon biasanya cuma 1000 MW per tahun.

Pada semester pertama tahun ini PLN mencatat pendapatan sebesar Rp 55,3 triliun atau naik 15 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 48,2 triliun. Pelanggan BUMN listrik itu pun mengalami peningkatan 8 persen dari 40,7 juta di tahun lalu menjadi 43,8 juta pelanggan di semester satu ini (Tempointeraktif.com).

Kemampuan Dahlan Iskan memimpin perusahaan juga sudah teruji jauh sebelumnya. Ia memimpin Jawa Pos sejak tahun 1982 dan  menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati, dengan oplah 6.000 ekslempar namun dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.  Lima tahun kemudian terbentuk  Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia  dengan ratusan surat kabar, tabloid, dan majalah, serta  jaringan percetakan di Indonesia. Dan sejak tahun 2002 mendirikan beberapa statiun televisi lokal di beberapa daerah.

Lalu, apa hubungan Dahlan Iskan dengan keponakan saya?

Jelas ada, karena selain berprestasi di bidang produktifitas, PLN di tangan Dahlan Iskan juga diketahui  berprestasi di bidang management yang bersih dari KKN. Walaupun mungkin tidak benar-benar bersih, namun upaya kearah itu terus dilakukan. Salah satu bukti adalah diterimanya keponakan saya menjadi karyawan BUMN ini secara bersih tanpa backing atau uang sogokan sepeser pun.

Keponakan saya yang lulusan STM tahun 2010 sempat menganggur satu tahun dan tidak kuliah karena kesulitan ekonomi keluarga. Dan memasuki tahun 2011 dia mengikuti tes di PLN Medan. Tadinya keluarga tidak berharap banyak karena berpikir tidak punya uang pelicin.  Namun setelah diyakinkan oleh beberapa orang kenalan di persekutuan yang juga bekerja di PLN, keluarga menjadi lebih yakin. Menurut mereka, PLN sekarang sudah bersih dari KKN.  Dan itu memang terbukti.

Terima Kasih bapak Dahlan Iskan, majulah terus buat kemajuan Indonesia. Semoga Tuhan memberkati bapak dengan kesehatan dan hikmat.

LH,19-10-11