SIKAP POSITIF

Nats : II Korintus 2:5-11
Oleh Pdt. L. Hutabalian

Selalu ada dua hal yang bertolak belakang di dunia ini, yaitu baik-buruk, sehat-sakit, terang-gelap, putih-hitam, positif-negatif, dan lain-lain. Bila “positif” dimaknai sebagai hal-hal yang baik, berguna/bermanfaaat atau berdampak baik, maka “negatif” dimaknai sebaliknya.

Sebagai umat Tuhan, kita dituntut untuk memiliki sikap yang positif dalam menjalani hidup, supaya kita memiliki atau berdampak pasitif bagi orang lain. Lalu seperti apakah sikap yang positif itu?

Tentu banyak point-point yang bisa menjelaskan seperti apa sikap positive itu, namun menurut nas diatas paling tidak ada 3 tindakan sebagai bentuk sikap positif yaitu:

1. Memberi Teguran (Ay. 6).
Bila ada tindakan atau perilaku yang tidak baik atau salah, maka seorang yang memiliki sikap positif akan memberikan teguran kepada yang bersalah. Namun teguran haruslah bertujuan untuk mengingatkan/menyadarkan supaya orang yang bersalah tersebut tidak tinggal dalam kesalahannya atau supaya tidak semakin mendalam masuk dalam dosa.

2. Memberi Motivasi (Ay.7)
Setelah menegur orang yang bersalah, maka sikap positif yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberi motivasi. Motivasi ini sangat penting agar seseorang yang bersalah tidak larut dalam rasa bersalah. Dia perlu dimotivasi untuk meyakinkan dia bahwa dia bisa bangkit dari kesalahan dan tidak tinggal dalam rasa bersalah yang berkepanjangan.

3. Menunjukkan Kasih (8-11)
Kesalahan seseorang dalam bertindak tidak selalu karena orang tersebut memang berniat jahat tetapi bisa juga karena kurang faham atau mengerti tentang hal yang dia lakukan. Untuk orang seperti ini perlu bimbingan dari mereka yang dewasa dalam iman untuk mengarahkannya. Lepas dari apa yang menjadi penyebab seseorang berlaku tidak baik, setiap mereka yang mau ditegur, perlu ditolong dalam proses pembelajaran atau usahanya untuk menjadi lebih baik. Menjukkan kasih berarti menerima dia kembali dan tidak lagi mengungkit-ungkit kesalahannya. Menunjukkan kasih juga berarti menyedikan pundak untuk membantu atau menolong seorang yang bersalah dalam kelemahannya untuk bangkit.

Mari kita miliki sikap positif dengan terus belajar Firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan, dengan sikap itu kita membangun diri kita dan membantu orang lain untuk hidup dalam kebenaran.

Tinggalkan Balasan