TUNDUK DAN TANDUK

Hanya satu huruf yang berbeda antara kata “Tunduk” dengan “Tanduk” yaitu abjad “u” dan “a” diurutan kedua pada kedua kata tersebut.  Karena kedua kata itu berbeda arti, maka harus hati-hati dalam hal penulisan dan pengucapannya apalagi bila kata tersebut memiliki makna lain untuk maksud tertentu.

Definisi atau arti kata “tunduk” adalah 1) menghadapkan wajah ke bawah (tentang kepala), 2) melengkung ke bawah (tentang  padi atau lainnya), 3) takluk (tentang perang), 4) patuh/menurut (tentang perintah atau aturan). Kata dengan awalan “me” – “menunduk” berarti 1) menghadapkan wajah ke bawah (tentang kepala), 2) melengkung ke bawah (tentang  padi atau lainnya), bisa juga bermaksud “kepasrahan”, “kepatuhan” dan “merendahkan hati”. Sedangkan “tanduk” adalah cula yang tumbuh di kepala pada beberapa binatang seperti lembu, kerbau, kambing, dan sebagainya. Kata tanduk juga dipakai sebagai kata kerja dengan menambahkan awalan “me” – “menanduk” yaitu menyeruduk dengan tanduk atau menyandul dengan kepala.

Dalam arti kiasan, “menanduk” sering diartikan sebuah tindakan yang merugikan orang lain. Misalnya, anak-anak berandal di sekolah yang sering meminta uang kepada teman-teman sekolahnya dengan memaksa (mengancam) disebut “menanduk”, atau preman-preman yang suka meminta uang dengan paksa disebut juga “menanduk”. Seorang bawahan yang dengan cara-cara licik berusaha untuk menggulingkan atasannya termasuk juga “menanduk”. Seperti sebuah peribahasa berkata seperti ini “Kerbau menanduk, kerbau pergi” yang artinya siapa yang bersalah mesti dihukum setimpal dengan kesalahannya. Dalam peribahasa ini “menanduk” diartikan sebagai suatu tindakan jahat yang merugikan orang lain.

Mempertimbangkan penjelasan diatas maka kedua kata yang hanya berbeda satu huruf diatas justru dapat memiki makna yang bertolak belakang. Tunduk (menunduk) bisa  berarti kepatuhan, kepasrahan, kerendahan hati  sedangkan tanduk (menanduk) adalah sebaliknya. Nah, berkaitan dengan kehidupan kita sebagai umat Tuhan, kita diharapkan menjadi umat-umat yang tunduk kepada perintah (Firman) Tuhan. Penundukan diri dihadapan Tuhan adalah sikap yang diperkenan oleh Tuhan agar umat Tuhan mengalami kuasa Tuhan di dalam kehidupannya.  “Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala” (Ayub 22:29).  Menunduklah jangan menanduk!

Tinggalkan Balasan