AKU, DEBU


Perjalanan telah panjang.   Menjadi orang baik hanya sebuah mimpi, sebab tidak ada mata yang sempurna mampu melihatnya.   Memuaskan semua orang tidak ada matinya, maka yang terbaik adalah memuaskan diri dengan usaha maksimal.   Usaha terbaik tidak pernah sia-sia. Kukatakan itu dalam kegetiran untuk mengajari diriku, bila mungkin dapat juga menghiburku.

Ketulusan adalah mulia di mata sang Khalik.  Siapakah yang sempurna dibawah matahari? Hanya MANUSIA yang sempurna mampu menjawabnya.  Sebab manusia hanya debu yang terkutuk dan akan kembali menjadi debu.  Kehidupan hanya nafas Tuhan.
 
Aku, debu, berdiri di atas debu yang dipisahkan oleh nafas Allah.  Dada siapa yang tidak sesak mendapat hinaan dari orang yang dicintai?   Aku, debu, mungkin bagianku adalah kehinaan di mata manusia yang juga adalah debu yang hina.  Aku, debu, kehidupan hanya nafas Tuhan. Milik-Nya saja kemuliaan

Tinggalkan Balasan