KEUTAMAAN KRISTUS

Nats : Yohanes 1:35-42

Sebutan Anak Domba Allah (ay 36) yang digunakan oleh Yohanes Pembabtis untuk memperkenal Yesus kepada murid-muridnya dan mungkin orang lain yang bersama dengan dia, merujuk kepada pengertian hukum Musa mengenai “anak domba” yang disembelih sebagai korban penebus salah/dosa. Dalam konteks dekat di ayat-ayat sebelumnya berhubungan juga dengan sebutan “Mesias”. Kedua murid, khususnya Andreas jelas mengerti arti sebutan “Anak Domba Allah” dan juga “Mesias” (merujuk kepada ayat sesudahnya). Meskipun Yesus baru akan memulai tugasnya dan belum segera akan dikorbankan, tetapi bagi Yohanes bahwa Yesus adalah Mesias adalah sudah meyakinkan karena Allah telah mengatakannya. Lebih lagi bagi kita zaman ini, ketika seluruh isi Alkitab bermuara kepada Kristus dan PekerjaanNya, maka kita tidak ada keraguan lagi bahwa Yesus adalah Mesias.

Ketika murid Yohanes mengikuti Yesus (ay 37), dia tidak berusaha melarang apalagi menjadi kecewa. Dia tidak takut kehilangan murid (abdi) sebab baginya Yesus yang utama. Yesus yang utama bukan Pendeta/Majelis/Penatua. Setiap orang pada akhirnya harus dibawa dan menjadi murid Kristus. Bagi Yohanes, Yesus harus semakin besar dan Ia harus semakin kecil (Yoh.3:30).

Dari ayat 38, ada satu pertanyaan penting untuk kita yang mengikut Yesus untuk direnungkan dan dijawab yaitu “Apa yang kamu cari?” Ketika seseorang datang ke gereja, KKR atau persekutuan, apa yang mereka cari? Apakah mencari mujizat atau berkat semata? Apakah ke gereja mencari orang yang kaya yang diharapkan bisa selalu menolong? Apakah mencari seorang manager perusahaan yang diharapkan bisa memberikan pekerjaan? Bila semua itu yang menjadi tujuan, besar kemungkin mereka akan kecewa dan tidak akan menjadi jemaat yang sungguh-sungguh. Carilah Tuhan dan temukanlah kebenaranNya, yang lain akan ditambahkan kepada kita.

Ketika kedua murid Yohanes itu mengikut Yesus lalu menanyakan dimana Ia tinggal dan akhir mereka tinggal bersama-sama dengan Tuhan (ay 39), pastilah karena mereka ingin lebih mengenal Yesus. Maka dari ayat ini dapat kita buat sebuah statement yaitu “To know more about Jesus is to stay with Him” (untuk lebih mengenal Yesus adalah dengan tinggal bersama dengan Dia). Bagaimana kita tetap tinggal di dalam Dia? Yaitu dengan persekutuan ibadah, doa, membaca dan merenungkan firman dan belajar melakukan firman-Nya.

Selanjutnya di ayat 41, dari Andreas kita belajar yaitu bagaimana kita sebagai murid Tuhan perlu terbeban untuk membawa (memberitakan) Kristus kepada orang lain dan membawa orang lain kepada Kristus, supaya semakin banyak orang diselamatkan. Itu adalah tugas orang percaya yang ditegaskan oleh Yesus dalam Amanat Agung-Nya (Mat 28:19-20).

Di ayat 42, Simon dinamai oleh Yesus sebagai Kefas yang artinya Petrus (batu karang). Pemberian nama ini mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya diatas Petrus (Mat. 16:18). Petruslah yang kemudian memimpin jemaat mula-mula setelah kenaikan Yesus. Yang menarik kalau kita lihat dari sisi Andreas, bahwa tidak masalah Petrus menjadi pemimpin rasul-rasul (dimana Andreas termasuk di dalamnya) dan jemaat mula-mula, meskipun Andreaslah sebagai murid pertama bahkan yang “menginjili” Petrus. Baginya yang terpenting adalah membawa Simon kepada Yesus, entah sebagai alat yang bagaimana Petrus dipakai oleh Tuhan, hal itu terserah pada Tuhan. Mari kita belajar prinsip ini.

FORMASI UNTUK MENGUASAI KOTA YERIKHO

Nats: Yos 6:1-5

Kisah jatuhnya kota Yerikho ke tangan orang Israel tidak terlepas dari kerja sama yang baik diantara elemen yang ada di bangsa itu. Walaupun sangat mudah bagi Allah untuk meluluh lantakkan kota Yerikho tanpa orang Israel berbuat apa-apa tapi hal itu tidak dilakukan oleh Allah. Allah menghendaki mereka memiliki andil dengan bertindak sebagai bukti kepercayaan mereka kepada perintah Tuhan.

Allah memerintahkan mereka untuk mengedari kota itu sebanyak tujuh hari dimana hari pertama sampai ke enam mereka mengitari hanya 1 kali dan hari ketujuh 7 kali mereka harus mengitari kota itu. Mereka juga diperintahkan oleh Allah membawa serta Tabut Perjanjian, membunyikan sangkakala dan bersorak dengan nyaring. Meski secara logika tidak mungkin hal itu akan dapat meruntuhkan tembok Yerikho, tetapi mereka percaya kepada Tuhan dan taat.

Adapun elemen yang dipakai oleh Tuhan menurut yang tertulis di kitab Yosua 6 adalah : Prajurit, Imam-imam dan seluruh bangsa (umat). Keterlibatan semua elemen untuk meruntuhkan tembok Yeriko dalam konteks jaman ini dapat menggambarkan kerjasama dan keterlibatan semua elemen yang ada di gereja Tuhan. Kota harus dimenangkan dan tembok iblis harus dihancurkan. Tuhan mau memakai semua elemen dan talenta yang ada untuk mendukung misi Allah. Tembok Yerikho tidak akan hancur bila hanya prajurit dan atau imam-imam saya yang mengitari kota itu sedangkan seluruh umat hanya sebagai penonton. Pun tidak akan hancur bila hanya umat saja tanpa imam dan prajurit.

Lebih jelas formasi yang diperintahkan Yosua sesuai dengan petunjuk Allah untuk mengitari kota Yeriko adalah orang bersenjata (prajurit), kemudian di ikuti oleh imam-imam yang membawa sangkakala, lalu dibelakangnya ada tabut perjanjian (juga dibawa oleh imam –ayat 12), dan yang terakhir adalah barisan penutup (Ayat 6-9). Formasi ini sangat cocok dengan model pelayanan baik di dalam pengembangan gereja/pelayanan yang sudah ada, maupun dalam penginjilan untuk menjangkau jiwa-jiwa baru bagi Tuhan. Orang bersenjata adalah para penginjil/pekerja-pekerja perintis yang dipersiapkan, imam-imam adalah hamba-hamba Tuhan yang dipercaya menggembalakan dan menyuarakan suara kenabian, Tabut adalah gambaran Yesus yang diberitakan sekaligus menjadi lambang kehadiran dan penyertaan Allah, sedangkan yang terakhir adalah barisan penutup mengacu pada jemaat yang menerima pengajaran firman dan sekaligus menjadi penopang berlangsungnya pelayanan dengan tenaga, doa dan dana.

Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung diantara semua elemen yang ada di tengah-tengah gereja Tuhan, sesuai dengan panggilan dan talenta masing-masing elemen/orang,   pekerjaan-pekerjaan yang besar akan dapat dilakukan. Ketika yang dibawa adalah misinya Tuhan dan oleh karena kehadiran Tuhan yang dilambangkan sebagai Tabut Perjanjian akan selalu menyertai, maka pekerjaan yang dasyat akan terjadi seperti runtuhnya tembok Yeriko dan kota itu dikuasai.