BERANI DAN TEGAS

kita sangat salut dengan beberapa kepala daerah yang ada di Indonesia yang benar-benar pro kepada rakyat. Program mereka yang pro rakyat dan ketegasan mereka dalam bersikap menjadi angin segar bagi bangsa dan negara ini setelah 30 tahun lebih masa orde baru dan 10 tahun lebih masa transisi dan reformasi yang kebablasan, tidak membuat Indonesia menjadi lebih baik secara signifikan.

Gubernur DKI – Ahok sebagai kepala daerah terbaik menurut survey belakangan ini yang dilakukan oleh Populi Centre, seminggu-an terakhir ini telah menjadi perbincangan hangat di media, parihal “perseteruannya” dengan DPRD DKI mengganai RAPBD. Menurut Ahok, ada permainan yang sudah terjadi dalam penentuan RAPBD versi DPRD karena tidak sesuai dengan rancangan yang disampaikan ke DPRD sebelumnya dengan munculnya daftar jenis barang/kegiatan dan harga yang bombasis. Seperti biasa, Gubernur yang dikenal sangat tegas bahkan cenderung dianggap kasar ini tidak mau kompromi terhadap upaya-upaya korupsi, sehingga ia melaporkan hal ini ke KPK.

Yang menarik dari Ahok adalah dia berani bicara dan tegas. Dia tidak perduli apakah orang/masyarakat, pejabat atau siapapun suka atau tidak, setuju atau tidak, yang penting dia sudah bertindak jujur dan selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat dan negara. Baginya tidak ada tempat untuk para Koruptor di pemerintahannya. Hal menarik lainnya pada Ahok ini adalah ketuguhannya menerapkan nilai-nilai kebenaran firman dalam kehidupannya sebagai seorang Kristen.

Hanya saja cara bicaranya yang meledak-ledak dan “to the point” sering dianggap terlalu keras, bahkan dianggap kasar. Walau pun ada juga yang membelanya dengan mengatakan bahwa Indonesia butuh orang seperti dia dalam keadaan moral para pejabat yang sudah terlalu bobrok sekarang ini.

Pelajaran bagi kita adalah hiduplah jujur, berani berbicara dalam kebenaran dan menegakkan prinsip-prinsip firman Tuhan dalam kehidupan. Sebab berani bicara itu bagus, menyatakan yang benar itu adalah tuntutan, asalkan tulus dan murni. Namun penting etika/etiket dalam cara penyampaian supaya tidak justeru menjadi jerat bagi kita dan memperkeruh suasana.

Meskipun begitu, memang ada kalanya bicara tegas dan keras diperlukan, khususnya kepada orang-orang yang tegar-tengkuk. Seperti Tuhan Yesus yang pernah mengecam orang-orang Farisi.

Tinggalkan Balasan