BALADA BULUNG NI SANGGE-SANGGE

Media sosial beberapa hari ini diramaikan dengan  “sangge-sangge” dan menjadi viral.  Bermula dari postingan seorang wanita bernama Tika yang  gagal menikah karena adanya “percekcokan” melalui media “chat” antara  Tika dengan calon mertuanya.  Dia memposting semua perbincangannya dengan mantan calon mertuanya di dinding facebooknya, yang dalam sebuah klarifikasi disebutkan bertujuan untuk menjawab sekaligus banyaknya pertanyaan dari teman-teman dan kenalan Tika  tentang alasan pernikahannya yang gagal.



Namun secara tidak diduga curhatan wanita ini menjadi  viral di media sosial, karena banyak teman-temannya  yang kemudian men-Screenshot  postingan tersebut dan membagikan di wall masing-masing.  Kemudian postingan itu di share (bagikan) lagi oleh teman-teman dari temannya begitu seterusnya disertai reaksi masing-masing yang berbeda tentunya.  Ada yang memuji tindakannya, tetapi ada juga yang mencela.  Namun dari pantauan saya, lebih banyak netizen yang membagikan adalah orang-orang yang prihatin atas pengalaman wanita karena tindakan dari mantan calon mertua wanitanya. Celaan justru banyak ditujukan kepada si calon mertua yang dianggap sombong dan matre.

Paling tidak ada 21 chat yang diposting oleh Tika. Dari chat ini tergambar ketidaksukaan dan ketidaksetujuan calon mertua atas dirinya, bahkan terkesan menjadi hinaan kepada Tika dan keluarganya.  Beberapa diantaranya adalah ejekan dan merendahkan terhadap pakaian yang di pakai oleh Tika pada saat acara “martumpol” yaitu semacam acara pra-wedding dalam adat Batak yang dilakukan di gereja, dan perhiasan emas yang dipakai oleh Tika waktu itu yang disebut oleh si calon mertua sebagai “perhiasan setipis bulung sangge-sangge” itulah yang menjadi viral.

Apa itu “sangge-sangge”?

Tidak sedikit orang bingung membaca postigan netizen yang ikut mem-viral-kan “sangge-sangge” ini. Mereka bingung karena tidak mengerti artinya. Ada juga netizen yang mengetahui apa itu sangge-sangge tetapi tidak mengetahui kisah dibalik viralnya sehingga mereka bertanya-tanya ada apa dengan “sangge-sangge” ini.

sangge-sangge2“Sangge-sangge” adalah sebutan dalam bahasa Batak untuk “Sereh” atau sering juga disebut “serai”. Sereh merupakan jenis rumput yang tinggi yang banyak ditemukan di daerah tropis.  Tanaman ini mengandung banyak kasiat sehingga selain digunakan untuk tambahan bumbu masakan (kuliner), juga banya digunakan sebagai obat herbal.Batang Sereh (Sangge-sangge)

Kasiat yang dimiliki oleh Serai sangat beragam. Sereh mengandung  vitamin penting seperti vitamin A, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin) B5 (asam pantotenat), vitamin C, juga mineral penting seperti potasium , kalsium, magnesium, fosfor, mangan, tembaga, seng dan besi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh yang sehat.  Sebagai obat, Sereh memiliki manfaat anti-bakteri, anti-jamur dan anti-mikroba, anti kanker, mengatasi diabetes, mengatasi anemia, detoksifikasi, dll.

Pelajaran Berharga

Kembali tentang kisah dibalik viralnya “sangge-sangge”,  tentu ada pelajaran yang berharga dapat diambil.

1. Sebelum berkomitment untuk menikah, perlu mengenal lebih dalam; bukan hanya calon pasangan tetapi, juga latarbelakang keluarganya. Sebab kalau pun pernikahan itu merupakan komitment dua insan, tetapi latarbelakang keluarga dan relasi dengan keluarga pasangan kelak akan dapat mempengaruhi pernikahan.

2. Terlepas dari valid tidaknya informasi mengenai si calon mertua, setiap kita harus sadar bahwa harta bukanlah segalanya dalam pernikahan juga bukan segalanya dalam hidup.  Harta bukanlah kunci kebahagian dalam rumah tangga.  Harta bisa membuat seseorang semakin dekat dengan Tuhan, bisa juga sebaliknya.  Demikian juga harta bisa membuat keluarga lebih berbahagia tetapi bisa juga sebaliknya. Harta di dunia ini hanya sementara.

3. Konsumsilah “sangge-sangge” untuk kesehatan.  he..he..he..

sangge-sangge1

Tinggalkan Balasan