Pantun Penuntun Agustus 2011

Pantun Penuntun 01 Agustus 2011

Satu agustus telahlah sampai
Bulan ramadhan pun dimulai
Bagi teman yang melakui
Selamat berpuasa di hari ini.

Pantun Penuntun 02 Agustus 2011

Mencari makan si ayam jago
Tanah di kais cacing di dapat
Biarpun anda masih menjomblo
Jagalah diri dan tetap semangat

Pantun Penuntun 03 Agustus 2011

Melihat tukang ke dapur dua belas
Membuat pondasi biar kapling tak lepas
Menjadi pemimpin haruslah tegas
Supaya rakyat tidak bingung dan cemas

Pantun Penuntun 04 Agustus 2011

Menyeduh kopi di pagi yang dingin
Dicampur jahe buat badan hangat
Meski tantangan kau dapat kemarin
Terus berjuang dan tetap semangat

Pantun Penuntun 5 Agustus 2011

Berbondong datang penjual makanan
Makanan berbuka dan aneka jajanan
Tak pantas serumah orang yang pacaran
Sampai diikat dengan tali pernikahan

Pantun Penuntun 6 Agustus 2011

Pemulung keliling bawa gerobak
Gerobak ditarik berjalan kaki
Bila hari esok tak bisa ditebak
Hidup sekarang benarlah jalani

Pantun Penuntun 7 Agustus 2011

Membaca buku ensiklopedi
sebuah kata, dicari arti
Kalau ibadah jangan cuma dihadiri
Mestilah berdampak pembaharuan budi

Pantun Penuntun 8 Agustus 2011

Penjual kue menata meja
Kuenya macam menu berbuka
Biarpun keras engkau bekerja
Sedia waktu untuk keluarga

Pantun Penuntun 9 Agustus 2011

Pemulung mengais di panas yg terik
Kaleng di dapat berisi gabus
Bila pun datang masa-masa peceklik
Tabahlah tetap berjuang terus

Pantun Penuntun 10 Agustus 2011

Becak mengantri di simpang tiga
Menunggu antri, bermain catur
Bila pemimpin bersikap terbuka
Rakyat terpimpin bersikap jujur

Pantun Penuntun 11 Agustus 2011

Mencari yang hilang di berbagai tempat
Sudah dicari tapi tak kunjung didapat
Janganlah disesal apa yang sudah lewat
Menatap ke depan jangan patah semangat

Pantun Penuntun 13 Agustus 2011

Menyeberang laut ke negeri Singapura
Di Singapura, bukan untuk berbelanja
Kehilangan harta bukan akhir segalanya
Kehilangan harapan, itu yang berbahaya

Pantun Penuntun 14 Agustus 2011

Rambut disisir, biar rapi
Rambut yang rapi supaya tampan
Kalau berjalan, harap berhati-hati
Agar terhindar dari kecelakaan

Pantun Penuntun 15 April 2011

Memetik buah di belakang rumah
Dua dipetik hanya satu yang bagus
Dalam hidup, bila kita belajar tabah
Lewati tantangan,kita akan jalan terus

Pantun Penuntun 16 Agustus 2011

Mengantar tiket ke sanggar budaya
Tiket di booking pesawat sriwijaya
Walau korupsi terus merajelala
Janganlah berhenti berkarya bagi Indonesia

Pantun Penuntun 17 Agustus 2011

Tujuh belas Agustus Indonesia merdeka
Seribu sembilan ratus empat puluh lima
Berjuanglah terus hai rakyat Indonesia
Bersatu padu untuk Indonesia jaya

Pantun Penuntun 18 Agustus 2011

Memukul bola ke arah lawan
Bola meluncur mengenai sasaran
Jagalah hatimu wahai kawan
Hindari diri dari rasa tertekan

Pantun Penuntun 20 Agustus 2011

Di pinggir laut, mencari kerang
Ada kepiting disela-sela karang
Jadi orang, jangan kelewat iseng
Bila tak mau dianggap sinting

Pantun Penuntun 21 Agustus 2011

Menyapu rumah dari lantai dua
Turun ke bawah menyusur tangga
Kalau umat mau imannya terjaga
Janganlah malas pergi ke gereja

Pantun Penuntun 22 Agustus 2011

Meneguk kopi dari gelas keramik
Meski tak manis rasanya nikmat
Memang perlu jadi orang cerdik
Namun jangan membawa laknat

Pantun Penuntun 23 Agustus 2011

Menarik meteran untuk mengukur
Sudah mengukur, membuat pondasi
Meskipun sulit untuk selalu jujur
Teruslah belajar mantapkan hati

Pantun Penuntun 25 Agustus 2011

Mendayung sampan ke pulau tujuh
Banyak mendayung berpeluh-peluh
Bila ada datang, saat-saat yang jenuh
Cobalah cari, hal lain untuk ditempuh

Pantun Penuntun 26 Agustus 2011

Belajar menggambar dengan komputer
Tidak ada buku dan juga tutor
Karna Tuhan adalah sumber
Janganlah harapan menjadi kendor

Pantun Penuntun 27 Agustus 2011

Mengayuh sepede di pinggir jalan
Sepeda butut kepunyaan teman
Bilamana rusuh suatu kumpulan
Di ujung tanduk alamat persatuan

Pantun Penuntun 28 Agustus 2011

Memotong ranting pohon nangka
Daunnya jatuh di pagar tetangga
Marilah belajar tak berburuk sangka
Menjalani hidup dengan sejahtera

Pantun Penuntun 29 Agustus 2011

Makan siang menu sayur gori
Dimasak santan dengan ikan teri
Meski ekonomi macet hari ini
Rasa bersyukur tetaplah di hati

Pantun Penuntun 30 Agustus 2011

Mengisi pulsa dua puluh ribu
Sistemnya sibuk, harus menunggu
Bila tantangan datang padamu
Berputus asa, jauhlah darimu

Pantun Penuntun 31 Agustus 2011

Tanggal tiga puluh satu hari lebaran
Banyak macam makanan ada disajikan
Selamat lebaran bagi teman yang merayakan
Kiranya hidupmu semakin baik dimasa depan

Pantun Penuntun Juli 2011

Pantun Penuntun 2 Juli 2011

Membawa P.A. di kaum muda
Menjadi murid, topik yang ada
Kalau mau menjadi dewasa
Belajar Firman, janganlah lupa

Pantun Penuntun 4 Juli 2011

Memandang keluar di cahaya terik
Silau memancar alis pun tertarik
Memang perlu sikap yang menarik
Namun kebenaran janganlah terbalik

Pantun Penuntun 5 Juli 2011

Pergi pagi ke kantornya jamsostek
Orang pun ramai suasananya sumpek
Hai para pemimpin janganlah cuek
Sikaplah tegas, lembut dan jangan lembek

Pantun Penuntun 7 Juli 2011

Hidupkan kipas di cuaca panas
Putarannya kencang tidaklah lepas
Meski ada dalam hidup yang keras
Kasihnya Tuhan takkan pernah kandas

Pantun Penuntun 8 Juli 2011

Membooking tiket rute Batam Padang
Dua yang datang satu saja yang pulang
Kalau hidup kita mau berakhir tenang
Janganlah tenang dengan dosa yang matang

Pantun Penuntun 9 Juli 2011

Berbagi cerita dengan teman lama
Lama tak jumpa rindulah rasanya
Hati yang murni haruslah di jaga
Agar terhindar diri dari racun dunia

Pantun Penuntun 11 Juli 2011

Memasang kunci di pintu masuk
Kuncinya rusak bukannya buruk
Kalau motivasinya adalah busuk
Pada akhirnya alamatnya ambruk

Pantun Penuntun 12 Juli 2011

Booking tiket satu nama sampai tiga kali
Sudah ditunggu lama akhirnya pun tidak jadi
Janganlah anda suka mengumbar-umbar janji
Kalau ternyata anda enggan ‘tuk menepati

Pantun Penuntun 13 Juli 2011

Ikan tongkol di asam pedas
Enak rasanya hatipun puas
Agar hidup tidak menjadi bias
Fokuskan diri ke arah yg jelas

Pantun Penuntun 14 Juli 2011

Mendayung sampan ke pulau seberang
Diseberang banyak orang-orang berenang
Janganlah berbuat agar manusia senang
Kalau ternyata firman Tuhan menentang

Pantun Penuntun 15 Juli 2011

Pergi belanja membeli komputer
Komputer dibeli di bulan september
Bila ingin berhikmat carilah sumber
Hidup yang yakin tidaklah jiper

Pantun Penuntun 16 Juli 2011

Menulis status di dinding sendiri
Di waktu luang yang mau diisi
Tidaklah salah kalau punya ambisi
Namun tetaplah mengawasi diri

Pantun Penuntun 17 Juli 2011

Mendengar lagu, lagu rohani
Lagunya indah senangkan hati
Jangan lewatkan hari minggu ini
Tanpa ibadah, berdoa dan memuji

Pantun Penuntun 18 Juli 2011

Berjalan kaki si penjual donat
Donat dijaja keliling komplek
Janganlah merasa orang terhormat
Merasa terhormat hidupnya sumpek

Pantun Penuntun 20 Juli 2011

Serapan pagi dengan ikan goreng
Pakai sambel ijo nikmat rasaknya
Jagalah nama agar tidak tercoreng
Namun hidup benar adalah utama

Pantun Penuntun 21 Jul 2011

Melihat tarif jurusan medan
Yang murah habis tinggallah yang mahal
Kabar burung jangan asal ditelan
Selediki dulu jangan-jangan hanya gombal

Pantun Penuntun 22 Juli 2011

Menyeduh kopi di gelas keramik
Gelas keramik bergambar antik
Janganlah umbar wajah yang cantik
Yang lebih cantik yang hatinya baik

Pantun Penuntun 23 Juli 2011

Membeli buku diperempatan
Buku dibeli menjelang siang
Janganlah silau dengan kekayaan
Kalau akhirnya masuk ke jurang

Pantun Penuntun 24 Juli 2011

Menangkap lele di kolam sendiri
Ikan di tangkap untuk digoreng
Marilah bangun hidup yang berbakti
Kepada Tuhan janganlah melenceng

Pantun Penuntun 25 Juli 2011

Membuat kartu tanda pengenal
Kartu pengenal tanda penduduk
Banyaklah cara untuk terkenal
Jangan gunakan cara yang buruk

 Pantun Penuntun 27 Juli 2011

Memotong ayam beberapa ekor
Dua ayamnya sudahlah bertelor
Kalau anda tidak mau ditegor
Jangan lakukan perbuatan kotor

Pantun Penuntun 29 Juli 2011

Memetik buah dibelakang rumah
Buahnya matang merah merekah
Meski hidupmu sedang bersusah
Kepada Tuhan tetaplah berpasrah

Pantun Penuntun 30 Juli 2011

Anak remaja menimba air
Air ditimba untuk mencuci
Karya pemula biarkan mengalir
Beri semangat jangan dicaci

Pantun Penuntun 31 Juli 2011

Mencari buah ke berastagi
Buahnya jeruk manis sekali
Bila ke gereja mau berbakti
Janganlah cuma sekali-sekali

Pantun Penuntun Juni 2011


Pantun Penuntun 1 Juni 2011

Menantang perang tunjukkan bukti
Sang presiden bicara percaya diri
Walau pecundang sudah tak perduli
Janganlah sampai kehilangan hati

Pantun Penuntun 2 Juni 2011

Hari kenaikan Yesus diperingati
Setelah kebangkitan empat puluh hari
Marilah percaya dan memberi diri
Janji Tuhan Yesus untuk tempat abadi

Pantun Penuntun 3 Juni 2011

Petugas rutan menjual sabu
Sabu dijual tak merasa tabu
Bila orang dunia tak tahu malu
Orang percaya tidaklah begitu

Pantun Penuntun 4 Juni 2011

Politikus dan pejabat menjadi kerabat
Bila tertangkap seperti bukan lagi sahabat
Meskipun manusia akan semakin jahat
Tetaplah ingat akan ada hari kiamat

Pantun Penuntun 05 Juni 2011

Hujan datang di pagi hari
Minggu pertama di bulan juni
Mari berharap hujan ini berhenti
Ke tempat ibadah usahakan pergi

Pantun Penuntun 8 Juni 2011

Meng-copy rangkap dua puluh dua
Mesinnya satu sebagian jadi tertunda
Memang dunia sudah gelap mata
Kepada Tuhan tetaplah kita bertanya

Pantun Penuntun 9 Juni 2011

Kerja sendiri di tempat ini
Kawan tak datang tuk menemani
Memang kadang gelisah hati
Namun tolong-Mu ku tahu pasti

Pantun Penuntun, 10 Juni 2011

Mendengar kabar duka dari teman
Seorang teman meninggal dunia
Meski keluarga telah di tinggalkan
Tetaplah tabah, kuat dan berlaku setia

Pantun Penuntun 11 Juni 2011

Minum kopi hangat ketika hujan
Walau tak deras hujannya lumayan
Dalam hidup usahakanlah membri kesan
Namun jangan sampai menginjak kebenaran

Pantun Penuntun 12 Juni 2011

Minggu ini minggu di hari ke lima puluh
Sebuah peringatan hari pentakosta
Sepuluh malam sudahlah berpeluh
Saatnya perjamuan di dalam suka

Pantun Penuntun 13 Juni 2011

Merangkai kata-kata dalam doa
Doa terpanjat pada Yang Kuasa
Hidup memang adalah sementara
Marilah jalani dengan yang berguna

Pantun Penuntun 14 Juni 2011

Men-download lagu, lagu rohani
Lagunya rohani menghibur hati
Bila ujian adalah proses diri
Mari syukuri dan tetap berdiri

Pantun Penuntun 15 Juni 2011

Mem-foto copy kertas bolak-balik
Jika terbalik hasilnya tidak baik
Ketika gempa kembali memekik
Jangan lupa ada hikmah yang dipetik

Pantun Penuntun 16 Juni 2011

Pagi-pagi ke tanjung piayu
Mengantar surat, izin yang baru
Bila tantangan ada padamu
Sebagai penolong, Tuhan itu mau

Pantun Penuntun 17 Juni 2011

Pergi ke pelayanan malam ini
Ibadah sektor di muda-mudi
Meski urusan masih banyak lagi
Ke tugas pelayanan wajib pergi

Pantun Penuntun 18 Juni 2011

Menjual tiket di KAS Ticketing
Tiket Perdana sudah di booking
Memang promosi sangatlah penting
Mengharapkan Tuhan tiada tanding.

Pantun Penuntun 20 Juni 2011

Telah pergi kakanda tercinta
Menghadap Yesus kekasih jiwanya
Memang tak mungkin tidak berduka
Namun Roh Kudus penghibur setia

Pantun Penuntun 22 Juni 2011

Pulang dari medan naik Batavia
Delay satu jam mungkin biasa
Hilanglah sudah semua duka
Karena Roh Kudus memberi suka

Pantun Penuntun 24 Juni 2011

Memasang speedy di tempat ini
Speedy-nya baru belum berlaju
Bila rekanan sudah tak jelas lagi
Jangan dipaksa carilah yang baru

Pantun Penuntun 25 Juni 2011

Masuk ke ruko sepasang pengamen
Pengamen tua menyanyi tak karuan
Karena hidup adalah pembelajaran
Perolah hikmat dalam tiap kesempatan

Pantun Penuntun 26 Juni 2011

Naik motor ke tanjung piayu
Walaupun tua motornya laju
Jalani hidup janganlah kaku
Agar langkah bisa tetap maju

Pantun Penuntun 27 Juni 2011

Menonton teve sambil di pijit
Lehernya di pijit karena sakit
Berbuat baik janganlah pelit
Upahmu menanti tidak sedikit

Pantun Penuntun 29 Juni 2011

Di pasar kaget harga barang bikin terkaget
Di pasar resmi dagangannya menjadi seret
Bila pun punya sahabat dekat dan lengket
Tetaplah Tuhan andalan yang menggreget

Pantun Penuntun 30 Juni 2011

Hujan turun sejak tadi pagi
Jelang siang tak juga berhenti
Kalau makan batasilah diri
Apalagi yg kolestrol tinggi

Pantun Penuntun Mei 2011

Pantun Penuntun 1 Mei 2011

Buruh berkumpul pada satu mei
Hari buruh internasional diperingati
Beribadah itu kewajiban kristiani
Marilah ke gereja di minggu ini

Pantun Penuntun 2 Mei 2011

Makan mangga rasanya asem
Menambah rasa ditambah gula
Bila hendak hindari muka masem
Pikir positif dan tetaplah percaya

Pantun Penuntun 3 Mei 2011

Menembak teroris bernama Osama
Osama tewas diumumkan Obama
Karena Indonesia milik kita bersama
Janganlah merasa lebih berkuasa

Suku dan agama memang berbeda
Kita berwarna itu takdir Indonesia
Setiap element adalah berharga
Yang tak mau rukun “ke laut” saja

Pantun Penuntun 4 Mei 2011

Pergi ke pelabuhan untuk beli tiket
Tiket di dapat dimasukkan ke dompet
Sebelum bunyi sangkakala dan trompet
Perbuatan duniawi jangan tetap lengket

Pantun Penuntun 5 Mei 2011

Jalan-jalan ke negri singa
Ketemu dengan kenalan lama
Hidup ini memang hanya sementara
Marilah jalani dengan berguna

Pantun Penuntun 10 Mei 2011

Tanpa netbook pergi ke Jakarta
Empat hari pantun pun terkendala
Kalau hati kita tetap berwaspada
Akan terpancar kehidupan disana

Pantun Penuntun 11 Mei 2011

Ombak menderu menghantam karang
Karang teguh tak pun bergoyang
Bila bicara janganlah sembarang
Pikir dulu dengan baik dan tenang

Pantun Penuntun 12 Mei 2011

Ke Jamsostek antrinya panjang
Menunggu lama akhirnya pulang
Meski hidup tidak selalu senang
Mari belajar untuk tetap tenang

Pantun Penuntun 13 Mei 2011

Pergi melayat yang mati ditabrak
Terbujur kaku tinggalkan dua anak
Memang hidup tidak bisa di tebak
Jalani hidup janganlah congkak

Pantun Penuntun 13 Mei 2011

Pergi melayat yang mati ditabrak
Terbujur kaku tinggalkan dua anak
Memang hidup tidak bisa di tebak
Jalani hidup janganlah congkak

Pantun Penuntun 14 Mei 2011

Asap sumetera selimuti batam
Sehat terancam walau tak kelam
Dalam dunia Indonesia hitam
Karena koruptor semakin kejam

Pantun Penuntun 15 Mei 2011

Hari minggu pergi ibadah
Kitab Ayub firman disampaikan
Selagi di dunia masih berlelah
Bersama Tuhan kita dikuatkan

Pantun Penuntun 16 Mei 2011

Dua teroris tertangkap lagi
Adu senjata keduanya mati
Meski banyak teror negeri ini
Janganlah kita kehilangan nyali

Pantun Penuntun 17 Mei 2011

Pergi ke gereja bergotong royong
Ambilkan alat bersihkan lorong
Kalau kasih semaking terdorong
Maka umat banyak tertolong

Pantun Penuntun 18 April 2011

Bersihkan ruko untuk usaha
Ruko di cat sebelum buka
Meski seseorang adalah pengerja
Ia tetaplah seorang manusia

Anjing menggongong suatu malam
Gonggongan keras membuat seram
Meski pemimpinmu murka dan geram
Jagalah diri dan janganlah dendam

Pantun Penuntun 19 Mei 2011

Meminum segelas kopi dengan roti jagung
Di tengah cuaca yang sedang mendung
Mawasdirilah pada yang suka menyanjung
Supaya engkau tidak jatuh tersandung

Pantun Penuntun 20 Mei 2011

Pergi kuliah di cuaca mendung
Tak kena hujan serasa beruntung
Memang hati sedih merundung
Tapi semangat tak boleh puntung

Pantun Penuntun 21 Mei 2011

Menjaga warung seorang diri
Anak dan istri ke sekolahan pergi
Meski tekanan disana sini
Jagalah motivasi agar selalu murni

Pantun Penuntun 22 Mei 2011

Menjalani hari ke dua puluh dua di bulan mei
Ramalan kelompok tertentu tidaklah terbukti
Dengan ramalan mengapa sibukkan diri
Nantikan saja dengan iman yang sudah pasti

Hari ke dua puluh dua di bulan mei
Jatuh tepat pada hari minggu ini
Anak-anak Tuhan marilah kita pergi
Ke rumah Tuhan membawa syukur dan puji

Pantun Penuntun 23 Mei 2011

Beli mesin di sungai panas
Mesin dibandrol harganya pas
Kalaulah engkau pejabat teras
Janganlah engkau suka menindas

Pantun Penuntun 24 Mei 2011

Beli buku the power of mimpi
Kisahnya nyata yang bri motifasi
Walau fana sifat dunia ini
Tetaplah yang baik selalu beri.

Pantun Penuntun 25 Mei 2011

Pergi ke mall kemarin malam
Bertemu teman orang amerika
Marilah belajar memberi salam
Sopan santun dan tegur sapa

Pantun Penuntun 27 Mei 2011

Makan siang menu ayam penyet
Minumnya botolan di pake pipet
Kalau berkendaraan jangan suka mepet
Nanti bisa jatuh dan badannya lecet

Pantun Penuntun 28 Mei 2011

Makan soto buatan istri
Rasanya enak nikmat sekali
Meskipun ada orang yang iri
Janganlah kita bersakit hati

Pantun Penuntun 29 Mei 2011

Menangkap ayam yang baru di tetas
Ayamnya menetas di tempat bebas
Meski hari ini ada banyak tugas
Aturlah waktu agar ibadah tak lepas

Pantun Penuntun 30 Mei 2011

Mereka berlomba mengejar posisi
Posisi politik supaya korupsi
Hilang sudah tujuan mengabdi
Selain hanya perkaya diri

Memang setan merajalela jaman ini
Sekongkol juga dengan orang agamawi
Patutlah laknat sangat enggan pergi
Mertumbuh subur mekar dalam negeri

Pantun Penuntun April 2011

Pantun Penuntun 1 April 2011

Jalan-jalan ke kota medan
Singgah belanja di pasar pringgan
Kalau hati ingin nyaman
Percaya saja kepada Tuhan

Pantun Penuntun 2 April 2011

Memancing di sungai kapuas
Pakai umpan udang yang dikupas
Meskipun dunia banyak yang tidak jelas
Orang beriman pasti terbebas

Pantun Penuntun 3 April 2011

Main tenis di lapangan terbuka
Pukulan kuat keluarlah bola
Kalau Tuhan di hatimu ada
Marilah kita pergi gereja

Pantun Penuntun 4 April 2011

Pergi kerja naik motor
Lewati becek menjadi kotor
Jangan sempat imanmu longsor
Hanya karena mulut yang bocor

Pantun Penuntun 5 April 2011

Dari pasar pulang belanja
Belanja kue berbagai rasa
Jangan pernah berputus asa
Dengan dunia kita berbeda

Pantun Penuntun 6 April 2011

Malam hari anjing menggonggong
Bertemu kucing ada di lorong
Kalau Tuhan berkenan menolong
Jangan kita menjadi sombong

Pantun Penuntun 7 April 2011

Kayu di kapak terpotong dua
Potongan dibakar penghangat di senja
Meski sibuk di dunia kerja
Jangan tinggalkan persekutuan dengan Dia

Pantun Penuntun 8 April 2011

Ikan asin ikan sepat
Dengan singkong rasanya tepat
Meski orang suka mengumpat
Kuasailah dirimu dengan cepat

Pantun Penuntun 9 April 2011

A baby is crying and lay
Crying when lay down in tray
As today is a special day
“Good bye” I have to say

Pantun Penuntun 10 April 2011

Kambing liar si kambing hitam
Di bantai singa-singa dengan kejam
Kalau hidup tidak mau kelam
Belajar firman semakin dalam

Pantun Penuntun 11 April 2011

Pujian pagi dalam alunan musik
Musiknya gitar senarnya dipetik
Jangan suka emosi orang diusik
Agar masalah tidak semakin pelik

Pantun Penuntun 12 April 2011

Ada facebook di jaringan internet
Facebook di pakai mencari teman
Jangan harap hubungan terus lengket
Tanpa menjaga perilaku yang berkesan

Pantun Penuntun 13 April 2011

Jalan-jalan keliling kota
Singgah sebentar beli minuman
Biar macam orang berkata
Tetap upaya beri senyuman.

Pantun Penuntun 14 April 2011

Main bola di simpang tiga
Dapat skor dua banding lima
Daripada gundah gulana
Kepada Tuhan kau percaya saja

Pantun Penuntun 15 April 2011

Makan siang dengan dendeng
Dendeng di makan rasanya nikmat
Kalau manusia suka melenceng
Jauhkan laknat dengan bertobat

Pantun Penuntun 16 April 2011

Memancing ikan di teluk dalam
Ikan di dapat ikan gurami
Janganlah kita menaruh dendam
Supaya hati dapat bersemi

Pantun Penuntun 17 April 2011

Pagi-pagi makan kue donat
Donatnya enak di gula halus
Kalau ke gereja janganlah telat
Persembahkan hidup dengan tulus

Pantun Penuntun 18 April 2011

Pergi ke ladang bersama ayah
Cangkul dan arit dibawa serta
Meski dunia rasanya payah
Percaya Tuhan agar sejahtera

Pantun Penuntun 19 April 2011

Pergi ke dapur ambil sarapan
Nasi dan sayur ditambah telur
‘pabila jiwa tidak punya harapan
Jalan hidupnya ‘kan jadi hancur

Pantun Penuntun 20 April 2011

Pergi kuliah terhalang hujan
menunggu reda jadi terlambat
Hidup yang hidup ada ujian
Lulus ujian rohani tambah sehat

Pantun Penuntun 21 April 2011

Dua puluh satu April hari kartini
Lambang emansipasi bagi wanita
Majulah terus engkau kaum putri
Supaya bangsa ini tambah sejatera

Pantun Penuntun 22 April 2011

Ibadah jumat di hari paskah
Paskah berisi perjamuan kudus
Di kayu salib Yesus berserah
Karena kasih-Nya kita ditebus

Pantun Penuntun 23 April 2011

Otaknya dicuci menebar teror
Meledakkan diri dimaknai syahid
Janganlah iman menjadi kendor
Walau membunuh dianggap tauhid

Melihat wajah ambillah cermin
Cermin dipakai tampaklah diri
Dengan iman kita berkata amin
Sbab kasih Tuhan selalu diberi

Pantun Penuntun 24 April 2011

Bayi menangis di pangkuan ibu
permintaanya sungguh tak tahu
Ketika Yesus tangannya dipaku
Yang menerima-Nya hidupnya baru

Pantun Penuntun 25 April 2011

Menghalau domba masuk ke kandang
Saling mendesak menjadi tak tenang
Walau kita bukan orang terpandang
Di mata Tuhan kita orang terbilang

Pantun Penuntun 26 April 2011

Kambing dan domba ada di kandang
Waktu menggembala masihlah panjang
Kalau kita sudah memiliki TERANG
Hadapi masa depan tidak perlu bimbang

Pantun Penuntun 27 April 2011

Beternak lele di kolam semen
Ikannya besar siap-siap di panen
Meski korupsi sudah menjadi tren
Jagalah iman yang tetap keren

Pantun Penuntun 28 April 2011

Bermain facebook di pagi hari
Sambil menikmati kue yang dibeli
Bila kita sering menghakimi
Mari belajar instrospeksi diri

Pantun Penuntun 29 April 2011

Pangeran william akhirnya menikah
Dengan acara pesta yang megah
Tantangan hidup jangan dibawa susah
Kepada Tuhan kita harus berserah

Pantun Penuntun 30 April 2011

Jalan-jalan ke pasar loak
Singgah di warung beli kolak
keinginan dosa harus di tolak
SebelumTuhan memukul telak